This is a tumblelog, kinda like a blog but with short-form, mixed-media posts with stuff I like. Scroll down a bit to start reading, or a bit more to read more about me.
Teringat waktu itu saat pertama …. “7taun lagi” dan dimulai ditanggal 17. Dari yang awalnya hanya mimpi dan bercandaan tapi sekarang jadi kenyataan. Kenyataan yang harus dihadapi bersama dengan sikap dewasa. :’)
Tulus - Teman Hidup
Dia indah meretas gundah
Dia yang selama ini ku nanti
Membawa sejuk, memanja rasa
Dia yang selalu ada untukku
Di dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terangTetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktuKau milikku, ku milikmu
Kau milikku, ku milikmuDi dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terangTetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktuBila di depan nanti
Banyak cobaan untuk kisah cinta kita
Jangan cepat menyerah
Kau punya aku, ku punya kamu, selamanya kan begituTetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktuKau milikku, ku milikmu
Kau jiwa yang selalu aku puja
Mat Miller | mat1t (b.1985, UK) - Streaming Eyes / Fluidity
Ginger, peaceful (and odd!), Mat Miller is a UK based young artist. Bold, ethereal, offbeat, Mat’s artwork rarely carries any deep personal feelings or expressions. “Maybe on a subconscious level there is hidden feelings but none that I’m aware of. I only wish to make art that other people will appreciate. If my work sparks feelings within other people then that is brilliant but to be honest I think far too many artists are caught up in themselves and that’s just not my cup of tea.” Mat likes to get out with his camera to gather ideas and reference shots. As well as the beautiful outdoors he gains inspiration from the more bizarre world of humans! “Walking around antiques shops is always fun. It’s like a sensory overload sometimes. From the art and design world, I’m influenced by lots of contemporary street art as well as the lowbrow art and illustration movement that is so popular right now. My favourite artist is Camille Rose Garcia.” You can visit Mat’s Tumblr, Facebook and shop for more work and news. (Interview with artist by ARTchipel Apr-2012)
[more Mat Miller]
31 MARET - 6 APRIL 2012
TWOGETHERNESS GOES2BALI13Yups, mari kita mulai napak tilas mengenai perjalanan selama di Bali. Diawali dengan berkumpul di sekolah jam 6 pagi, kita semua kumpul di GOR dan ada doa bersama gitu. Terus masuk ke bus masing-masing, IPA 4 kebagian di bus 4 dong pastinya…
Ah, terserah kamu aja, aku taunya aku sayang sama kamu, kok.
story of peter - sarasvati
Di ruang sidang pengadilan, seorang hakim duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU terhadap seorang nenek yang dituduh mencuri singkong. Nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, dan cucunya kelaparan. Namun seorang laki yang merupakan manajer dari PT yang memiliki perkebunan singkong tersebut tetap pada tuntutannya, dg alasan agar menjadi cnth bagi warga lainnya.
Hakim menghela nafas. dan berkata, “Maafkan saya, bu”, katanya sambil memandang nenek itu.
”Saya tak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus dihukum. Saya mendenda anda Rp 1 juta dan jika anda tidak mampu bayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU”.
Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam. Namun tiba-tiba hakim mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang Rp 1 juta ke topi toganya serta berkata kepada hadirin yang berada di ruang sidang.
‘Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada tiap orang yang hadir di ruang sidang ini, sebesar Rp 50 ribu, karena menetap di kota ini, dan membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya.”
“Saudara panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa.”
Sebelum palu diketuk nenek itu telah mendapatkan sumbangan uang sebanyak Rp 3,5 juta dan sebagian telah dibayarkan kepanitera pengadilan untuk membayar dendanya, setelah itu dia pulang dengan wajah penuh kebahagian dan haru dengan membawa sisa uang termasuk uang Rp 50 ribu yang dibayarkan oleh manajer PT yang menuntutnya.
Semoga di Indonesia banyak hakim-hakim yang berhati mulia seperti ini.